PERBANDINGAN PEMANFAATAN 
Teknologi ICR maupun OMR dikembangkan secara terus
menerus dengan latar belakang kepentingan yang berbeda. Seperti keberadaan TV
dan Radio, meskipun TV mencakup Audio dan Video bukan berarti Radio yang
memiliki kemampuan hanya dari sisi Audio saja kemudian tidak dibutuhkan. Radio
tetap diproduksi dan dikembangkan namun dengan maksud dan tujuan tertentu.
Demikian bula keberadaan perangkat teknologi transportasi : kapal, pesawat
terbang, otomotif, dan kereta api. Teknologi-teknologi tersebut akan ko-eksis
(ada
bersama-sama) dan saling melengkapi. Masing-masing dibangun dan dikembangkan
karena ada tujuannya masing-masing dengan kelebihan serta kekurangan yang ada.
Terkait dengan Teknologi ICR dan OMR, ke dua (2)
teknologi ini ada untuk tujuan dan kepentingan yang berbeda dan saling
melengkapi :
1. Kapan ICR Digunakan ?
Untuk mengambil data responden berupa nama, alamat, kota, dan lain sebagainya yang
sukar untuk diisikan ke formulir OMR.
Aplikasinya misalnya : Sensus Penduduk, Pemutakhiran
Data Pemilih Pemilu, … dll.
2. Kapan OMR Digunakan ?
Untuk mengambil data multiple answer atau suatu input yang dapat dibakukan dalam
jumlah besar, seperti angka yang sudah ditentukan banyak digitnya.
Aplikasinya misalnya : Ujian Nasional (UASBN), UMPTN, Ujian Penerimaaan Pegawai,
Penghitungan Suara Elektronik Pemilu,
… dll
Kenapa Demikian ?
Teknologi ICR dan OMR masing-masing memiliki
karakteristik, keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :
Keunggulan ICR di banding OMR
1. Pengisian formulir lebih mudah
2. Lebih Hemat Kertas
3. Karena kertas yang dibutuhkan lebih sedikit maka scanner
yang digunakan juga lebih sedikit
Kelemahan ICR di banding OMR
1. Akurasi
lebih rendah, sehingga perlu effort verifikasi dan validasi yang besar
[data input ICR, untuk dapat dianggap benar, selalu harus diperiksa dan
divalidasi
terlebih dahulu]
2. Cara penggunaan
teknologi ICR lebih sulit dibanding OMR sehingga perlu proses pengenalan
(adaptasi) lebih lama dan bervariasi waktunya.
3. Variasi
bentuk tulisan yang sangat banyak sehingga perlu verifikasi dan
validasi dari setiap hasil pemrosesan ICR
4. Tingkat Otentifitas
yang rendah, mudah untuk diubah oleh operator scanning, karena
dirancang dengan filsafat bahwa data input akan divalidasi terlebih dahulu
sebelum dianggap benar.
Remark :
·
Sejauh ini perhitungan skala ekonomisnya adalah kalau
ICR jadi banyak verifikatornya sedang kalau OMR sedikit verifikator tapi
mungkin perlu lebih banyak kertasnya.
·
Pemakaiaan ICR memerlukan kualifikasi tenaga
pendamping yang lebih baik dibanding tenaga pendamping OMR disetiap
kabupaten/kota.
·
Pemungutan Suara sebentar lagi [9 Aril 2009], untuk
melakukan pembuktian konsep ICR (melakukan PROUVE OF CONCEPT, membangun
prototipe
sistem, sistem tabulasi, hingga perhitungan rinci seluruh kebutuhan kualitas
dan kuantitas perangkat teknologi pada beban puncak) memerlukan minimal waktu 2
bulan.
Sebagai penutup, kami berikan sebuah analogi sederhana
yang mungkin agak sesuai dengan konteks kita yaitu akan memilih teknologi ICR
atau OMR. Apabila kita akan menyetir (mengendarai) mobil dari Bandung ke
Jakarta, sebaiknya kami menyetir sambil memutar Radio atau TV/DVD ? Memilih
memutar TV/DVD memberikan peluang lebih banyak terjadi kecelakaan bila
dibanding memutar Radio, meskipun kecelakaan belum tentu terjadi !
Demikian pula pilihan kita terkait ICR atau OMR untuk
Penghitungan Suara Elektronik pada Pemilu DPR, DPD, dan DPRD. ICR memberi
peluang kesulitan lebih besar (meskipun mengisi formulirnya lebih mudah) bila
dibanding OMR. OMR telah dipakai untuk berbagai kegiatan skala besar similar
seperti
UASBN, penerimaan PNS, … dan lain lain.
Menurut pandangan kami, pilihan teknologi ICR sangat
beresiko dibanding pilihan akan teknologi OMR. Tepatkan Pemilu yang
dilaksanakan lima (5) tahun sekali digunakan sebagai lahan ujicoba ?


Recent Comments