Buka Puasa Bersama (Masda)
Mengharap Kehadiran rekan-rekan semua /;
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah,.
10 hari pertama Ramadhan sudah kita lewati dengan suka cita.
semoga disisa hari ramdahan ini kita tetap istiqomah, konsisten
dan selalu bertawaqqal kepada_Nya. amiin..
dalam rangka menjaga dan menigkatkan silaturrahim,
Forum Komunikasi Alumni Masyarakat-2A (Masda)
akan mengadakan BUKA PUASA BERSAMA, yang Insya Allah akan dilaksanakan :
Hari : Sabtu
Tanggal : 12 Agustus 2009
Jam : 16.00 – selesai
Tempat : Rumah Sdri. Brillianty
Perum Sidokare Asri AC-11
Merupakan suatu kebanggan buat kita bersama akan kehadiran rekan-rekan semua.
Trima Kasih.
info lebih lanjut : Suwito/Maseska/Brillie.
Perjalanan (Pendakian) Gunung
Perjalanan (Pendakian) Gunung
Mendaki gunung adalah suatu olah raga keras, penuh petualangan dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.
Di Indonesia, kegiatan mendaki gunung mulai dikenal sejak tahun 1964 ketika pendaki Indonesia dan Jepang melakukan suatu ekspedisi gabungan dan berhasil mencapai puncak Soekarno di pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya (sekarang Papua). Mereka adalah Soedarto dan Soegirin dari Indonesia, serta Fred Atabe dari Jepang. Pada tahun yang sama, perkumpulan-perkumpulan pendaki gunung mulai lahir, dimulai dengan berdirinya perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung WANADRI di Bandung dan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) di Jakarta, diikuti kemudian oleh perkumpulan-perkumpulan lainnya di berbagai kota di Indonesia.
JENIS PERJALANAN / PENDAKIAN
Mountaineering dalam arti luas adalah suatu perjalanan, mulai dari hill walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit dengan memakan waktu yang lama, bahkan sampai berbulan-bulan.
Menurut kegiatan dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering terbagi menjadi tiga bagian :
1. Hill Walking / Fell Walking
Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai dan yang tidak atau belum membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis.
2. Scrambling
Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal atau relatif landai, kadang-kadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula biasanya dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.
3. Climbing
Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik khusus. Peralatan teknis diperlukan sebagai pengaman. Climbing umumnya tidak memakan waktu lebih dari satu hari. Bentuk kegiatan climbing ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

